Karakteristik, Tujuan Dan Ruang Lingkup Pendidikan Ips
Menurut Sapriya (2009: 7), mengemukakan bahwa: “Salah satu karakteristik social studies adalah bersifat dinamis, artinya selalu berubah sesuai dengan tingkat perkembangan masyarakat”. Perubahan sanggup dalam aspek materi, pendekatan, bahkan tujuan sesuai dengan tingkat perkembangan masyarakat.
Ada beberapa karakteristik pembelajaran IPS yang dikaji bersama ciri dan sifat pembelajaran IPS berdasarkan A Kosasih Djahiri (Sapriya, 2007: 19) yakni sebagi diberikut:
a. IPS berusaha mempertautkan teori ilmu dengan fakta atau sebaliknya (menelaah fakta dari segi ilmu).
b. Penelaahan dan pembahasan IPS tidak spesialuntuk dari satu bidang disiplin ilmu saja melainkan bersifat komrehensif (meluas) dari banyak sekali ilmu sosial dan lainnya sehingga banyak sekali konsep ilmu secara terintegrasi terpadu dipakai untuk menelaah satu masalah/tema/topik.
c. Mengutamakan kiprah aktif siswa melalui proses berguru inquiri biar siswa bisa menyebarkan berfikir kritis, rasional dan analitis.
d. Program pembelajaran disusun dengan meningkatkan atau menghubungkan bahan-bahan dari banyak sekali disiplin ilmu sosial dan lainnya dengan kehidupan konkret di masyarakat, pengalaman, permasalahan, kebutuhan dan memproyeksikannya kepada kehidupan di masa yang akan datang baik dari lingkungan fisik maupun budayanya.
e. IPS dihadapkan pada konsep dan kehidupan sosial yang sangat goyah (gampang berubah) sehingga titik berat pembelajaran yakni proses internalisasi secara mantap dan aktif pada diri siswa biar mempunyai kebiasaan dan keahlian untuk menelaah permasalahan kehidupan konkret pada masyarakat.
f. IPS mengutamakan hal-hal arti dan penghayatan hubungan antar insan yang bersifat manusiawi.
g. Pembelajaran IPS tidak spesialuntuk mengutamakan pengetahuan semata juga nilai dan keterampilannya.
h. Pembelajaran IPS berusaha untuk memuaskan setiap siswa yang tidak sama melalui agenda dalam arti memperhatikan minat siswa dan masalah-masalah kemasyarakatan yang bersahabat dengan kehidupannya.
i. Dalam pengembangan program pembelajaran IPS senantiasa melakukan prinsip-prinsip, karakteristik (sifat dasar) dan pendekatan-pendekatan yang terjadi ciri IPS itu sendiri.
Dapat disimpulkan bahwa karakteristik pembelajaran IPS yakni bersifat dinamis, artinya selalu berubah sesuai dengan tingkat perkembangan masyarakat. Perubahan sanggup dalam aspek materi, pendekatan, bahkan tujuan sesuai dengan tingkat perkembangan masyarakat.
2. Tujuan Pembelajaran IPS
Menurut Rudy Gunawan (2011: 37) mengemukakan bahwa:
Pembelajaran IPS bertujuan membentuk masyarakat negara yang berkemampuan sosial dan yakin akan kehidupannya sendiri di tengah-tengah kekuatan fisik dan sosial, yang pada gilirannya akan menjadi masyarakat negara yang baik dan bertanggung jawaban, sedangkan ilmu sosial bertujuan membuat tenaga jago dalam bidang ilmu sosial.
Banyak pendapat yang mengemukakan wacana tujuan pendidikan IPS, diantaranya oleh The Multi Consortium Of Performance Based Teacher Education di AS pada tahun 1973 Djahiri dan Ma’mun (Rudy gunawan, 2011: 20) menyatakan bahwa sebagai diberikut :
1. Mengetahui dan bisa menerapkan konsep-konsep ilmu sosial yang penting, generalisasi (konsep dasar) dan teori-teori kepada situasi data yang baru.
2. Memahami dan bisa memakai beberapa struktur dari suatu disiplin atau antar disiplin untuk dipakai sebagai materi analisis data baru.
3. Mengetahui metode-metode penyelidikan dan metode-metode klarifikasi yang dipergunakan dalam studi sosial secara bervariasi serta bisa menerapkannya sebagai metode penelitian dan penilaian suatu informasi.
4. Mampu mempergunakan cara berpikir yang lebih tinggi sesuai dengan tujuan dan kiprah yang didapatnya.
5. Memiliki keterampilan dalam memecahkan permasalahan (Problem Solving).
6. Memiliki self concept (konsep atau prinsip sendiri) yang positif.
7. Menghargai nilai-nilai kemanusiaan.
8. Kemampuan mendukung nilai-nilai demokrasi.
9. Adanya impian untuk berguru dan berpikir secara rasional.
10.Kemampuan berbuat berdasarkan sistem nilai yang rasional dan mantap
Tujuan pendidikan IPS berdasarkan Isjoni (2007: 50-51) sanggup dikelompokkan menjadi empat kategori sebagai diberikut :
1. Knowledge, yang ialah tujuan utama pendidikan IPS, yaitu memmenolong para siswa berguru wacana diri mereka sendiri dan lingkungannya.
2. Skills, yang bekerjasama denga tujuan IPS dalam hal ini meliputi beberapa aspek keterampilan berpikir (thinking skills).
3. Attitudes, dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok perilaku yang diharapkan untuk tingkah laris berpikir (intelektual behavior) dan tingkah laris sosial (social behavior).
4. Value, dalam hubungan ini yakni nilai yang terkandung dalam masyarakat sekitar didapatkan dari lingkungan masyarakat sekitar maupun forum pemerintah (falsafah bangsa).
Sementara berdasarkan Wahab (Rudy gunawan, 2011: 21) menyatakan bahwa:
Tujuan Pengajaran IPS disekolah tidak lagi semata-mata untuk memdiberi pengetahuan dan menghapal sejumlah fakta dan informasi akan tetapi lebih dari itu. Para siswa selain diharapkan mempunyai pengetahuan mereka juga sanggup menyebarkan keterampilannya dalam banyak sekali segi kehidupan dimulai dari keterampilan akademiknya hingga pada keterampilan sosialnya.
Sedangkan berdasarkan Chapin dan Messick (Isjoni, 2007: 39) secara khusus tujuan pengajaran IPS di sekolah dasar sanggup dikelompokkan ke dalam empat komponen, yaitu :
1. Memdiberikan kepada siswa pengetahuan wacana pengalaman insan dalam kehidupan bermasyarakat pada masa lalu, sekarang, dan masa yang akan hadir.
2. Menolong siswa untuk menyebarkan keterampilan untuk mencari dan mengolah/memproses informasi.
3. Menolong siswa untuk menyebarkan nilai/sikap demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.
4. Menyediakan peluang kepada siswa untuk mengambil bagian/berperan serta dalam kehidupan sosia
Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 (2011: 17), mata pelajaran IPS bertujuan biar penerima didik mempunyai kemampuan sebagai diberikut:
a. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
b. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
c. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
d. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.
Dari pendapat para jago di atas sanggup disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran IPS yakni memmenolong tumbuhnya masyarakat negara yang baik sanggup menyebarkan keterampilannya dalam banyak sekali segi kehidupan dimulai dari keterampilan akademiknya hingga pada keterampilan sosialnya. Akan tetapi secara lebih khusus pada tujuan yang tertera pada KTSP, bahwa salah satunya yakni mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan.
Mengenal konsep-konsep memerlukan pemahaman yang mendalam, oleh alasannya itu pemahaman suatu konsep dengan baik sangatlah penting bagi siswa, biar sanggup mamahami suatu konsep, siswa harus membentuk konsep sesuai dengan stimulus yang diterimanya dari lingkungan atau sesuai dengan pengalaman yang diperoleh dalam perjalanan hidupnya. Pengalaman-pengalaman yang harus dilalui oleh siswa ialah serangkaian kegitan pembelajaran yang sanggup menunjang terbentuknya konsep-konsep tersebut. Karena itu guru harus bisa menyusun pembelajaran yang didalamnya meliputi kegiatan-kegiatan berguru siswa yang sesuai dengan konsep-konsep yang akan dibentuknya.
3. Ruang lingkup Pembelajaran IPS
Sedangkan ruang lingkup mata pelajaran IPS dalam kurikulum KTSP 2006 (2011: 17) meliputi aspek-aspek sebagai diberikut:
a) Manusia, tempat, dan lingkungan
b) Keberlanjutan dan perubahan
c) Sistem Sosial dan budaya
d) Perilaku ekonomi dan kesejahteraan
Sumber http://irwansahaja.blogspot.co.id

